Pas Foto Mr Septi

Septi Pianus 

Sarjana Teologi

Jabatan

Guru

Latar Belakang Pendidikan

S1 Teologi- STT Setia Arastamar

Sertifikasi

 

Pas Foto ibu Fransisda

Fransisda Tiodora F. S.Psi,. MM., Psikolog

Sarjana Psikologi, Manajemen

Jabatan

Psikolog

Latar Belakang Pendidikan

S2-Manajemen-Umpam

S2-Pendidikan Khusus- Universitas Negeri Jakarta

Sertifikasi

 

Keahlian Khusus

Pendidikan Inklusi Berjenjang (Tingkat Dasar)

 

Pas Foto Mr Nesto cropped

Nesto, S.Th.

Sarjana Teologi

Jabatan

Guru

Latar Belakang Pendidikan

S1 Teologi-STT Providensia

Sertifikasi

Comprehensive Understanding of Children With Special Needs- Yayasan Enai Eulogia 

About

Logo FLC ABK

VISI KAMI

Membangun anak untuk dapat bertumbuh secara utuh: cerdas secara akademi, mandiri dalam keterampilan hidup, secara mental-emosional, dan bermatabat sebagai pribadi unik ciptaan Tuhan. 

Bertumbuh Secara utuh (Holistic Growth )

Anak dipandang sebagai pribadi yang utuh—memiliki aspek intelektual, emosional, sosial, spiritual, dan keterampilan praktis. Setiap program dirancang untuk mendukung keseimbangan perkembangan tersebut secara terpadu.

Cerdas secara akademik sesuai potensi

Kecerdasan akademik tidak diukur dengan standar umum semata, melainkan berdasarkan kemampuan, kecepatan belajar, dan gaya belajar unik setiap anak. Fokusnya adalah kemajuan (progress-based learning), bukan perbandingan.

Mandiri dalam keterampilan (life skills)

Anak dibekali kemampuan fungsional sehari-hari agar mampu merawat diri, berinteraksi sosial, mengambil keputusan sederhana, dan mempersiapkan diri menuju kemandirian hidup di masa depan. 

Stabil Secara mental dan emosional

Lembaga berupaya membantu anak mengenali, mengelola, dan mengekspresikan emosi secara sehat, sehingga anak memiliki rasa aman, percaya diri, dan mampu menghadapi tantangan sosial dengan lebih baik.

Bermatabat sebagai pribadi unik ciptaan Tuhan

Setiap anak diterima dan dihargai tanpa stigma, diskriminasi, atau pelabelan negatif. Anak dipandang sebagai pribadi yang bernilai, memiliki tujuan hidup, dan layak mendapatkan pendidikan bermutu seusai haknya sebagai ciptaan Tuhan.  

cropped-Future-LC-Logo.jpeg

MISI KAMI

Membangun lingkungan belajar yang positif, membekali siswa dengan keterampilan masa kini dan masa depan serta menumbuhkan kesejaahteraan lahir dan batin

Menyediakan layanan pendidikan inklusif dan adaptif sesuai kebutuhan individual anak.

Menyelenggarakan pendidikan yang menyesuaikan dengan kondisi, kemampuan, dan kebutuhan khusus setiap anak melalui:

  • Program pembelajaran individual (IEP/Individualized Education Program)
  • Metode belajar fleksibel (visual, kinestetik,multisensori)
  • Penyesuaian Kurikulum, tempo, dan evaluasi belajar
  • Lingkungan belajar yang aman, ramah, dan suportif

Tujuan: Agar setiap anak dapat belajar secara optimal tanpa tekanan dan hambatan yang tidak perlu.

Mengembangakan potensi akademik, keterampilan hidup (life skills), dan kesehatan mental secara seimbang.

Pengembangan anak anak dilakukan seacar terpadu dengan menyeimbangkan:

  • Akademik: literasi, numerasi, dan pengetahuan fungsional
  • Life Skills: kemandirian diri, komunikasi, sosial, dan vokasional dasar
  • Kesehatan Mental: regulasi emosi, coping skills, dan rasa aman psikologis

Program dirancang tidak terpisah, melainkan saling mendukung dalam satu ekosistem pembelajaran. 

Tujuan: Agar anak tidak hanya "pandai belajar", tetapi juga siap menjalani kehidupan nyata. 

Membangun karakter, kepercayaan diri, dan kemandirian anak secara bertahap dan berkelanjutan.

Karakter dibentuk melalui proses jangka panjang dengan pendekatan: 

  • Penguatan perilaku positif
  • Pembiasaan tanggung jawab sederhana
  • Apresiasi atas usaha, bukan hanya hasil
  • Latihan kemandirian sesuai tahap perkembangan

Pendekatan dilakukan secara konsisten, bertahap, dan realistis sesuai kemampuan anak. 

Tujuan: Menumbuhkan anak yang percaya diri, berani mencoba, dan mampu berdiri atas kekuatannya sendiri. 

Melibatkan keluarga sebagai mitra utama dalam proses pendidikan dan terapi.

Keluarga dipandang sebagai bagian inti dari keberhasilan pendidikan ABK melalui:

  • Edukasi dan pendampingan orang tua 
  • Kolaborasi program rumah dan sekolah
  • Komunikasi rutin terkait perkembangan anak
  • Konsistensi pola asuh dan intervensi

Tujuan: Menciptakan kesinambungan pembelajaran dan terapi antara rumah dan lingkungan pendidikan 

Mengintegrasikan nilai moral, spiritual, dan sosial dalam seluruh proses pembelajaran.

Nilai-nilai moral dan spiritual tidak diajarkan secara terpisah, melainkan diintegrasikan dalam:

  • Interaksi sehari-hari
  • Pembelajaran Tematik 
  • Pembiasan sikap saling menghargai
  • Kesadaran akan makna hidup dan nilai diri

Pendekatan ini dilakukan secara inklusif, kontekstual dan penuh kasih.

Tujuan: Membentuk anak yang tidak hanya cakap secara kemampuan, tetapi juga memiliki nilai hidup, empati, dan kesadaran sebagai bagian dari masyarakat.

FILOSOFI KAMI

Future Learning Center berdiri di atas keyakinan bahwa pendidikan adalah proses memanusiakan manusia, khususnya anak berkebutuhan khusus, dengan menghormati keunikan, potensi, dan perjalanan hidup setiap anak. Filosofi ini menjadi landasan dalam seluruh kebijakan, pendekatan pembelajaran, serta relasi antara anak, pendidik, dan keluarga.

Setiap anak adalah unik dan berharga, termasuk anak dengan kebutuhan khusus

Future Learning Center meyakini bahwa setiap anak diciptakan dengan keunikan, potensi, dan nilai yang tidak bisa dibandingkan satu dengan yang lain.

Anak berkebutuhan khusus bukanlah "anak dengan kekurangan", melainkan anak dengan cara belajar, cara merespons, dan cara berkembang yang berbeda.

Pendekatan pendidikan tidak berangkat dari label atau diagnosis, tetapi dari:

  • Potensi yang dimiliki anak
  • Kebutuhan spesifik yang menyertainya
  • Serta kekuatan yang dapat dikembangkan

Setiap anak diperlakukan sebagai pribadi yang bermatabat, dihormati, dan layak mendapatkan pendidikan terbaik sesuai kondisinya, tanpa stigma, diskriminasi, maupun tekanan standar yang tidak relevan.

Pendidkan tidak hanya berorientasi pada akademik, tetapi juga pada kehidupan nyata.

 Future Learning Center memandang bahwa tujuan akhir pendidikan bukan sekedar capaian nilai atau ijazah, melainkan kemampuan anak menjalani kehidupan secara bermakna dan mandiri.

Oleh karena itu, pendidikan dirancang untuk menyeimbangkan:

  • Pembelajaran akademik fungsional
  • Keterampilan hidup (life skills)
  • Kemampuan sosial dan komunikasi
  • Kesiapan mental dan emosional anak

Materi dan aktivitas belajar selalu dikaitkan dengan konteks kehidupan sehari-hari, sehingga apa yang dipelajari anak memiliki makna nyata dan dapat diterapkan dalam kehidupan di rumah, masyarakat, dan masa depan mereka. 

Proses belajar harus aman, menyenangkan, bermakana, dan bertumbuh.

Future Learning Center percaya bahwa anak hanya dapat berkembang secara optimal ketika berada di lingkungan belajar yang:

  • Aman secara fisik dan emosional
  • Menyenangkan dan bebas tekanan
  • Bermakna bagi kehidupan anak
  • Memberi ruang untuk bertumbuh secara bertahap

Proses belajar tidak berorientasi pada paksaan atau target instan, melainkan pada proses yang menghargai ritme perkembangan anak.  Kesalahan dipandang sebagai bagian dari proses belajar, bukan sebagai kegagalan. 

Pendekatan ini mendorong anak untuk:

  • Berani mencoba
  • Merasa diterima
  • Menikmati proses belajar
  • Serta membangun rasa percaya diri dari waktu ke waktu
Keberhasilan anak diukur dari kemajuan personal, bukan perbandingan dengan anak lain.

Homeschooling future menolak sistem pendidikan yang mengukur keberhasilan anak melalui perbandingan antar individu. Setiap anak memiliki titik awal, kecepatan, dan tujuan perkembangan ynag berbeda

 keberhasilan anak diukur berdasarkan:

  • Kemajuan dan kondisi awal (Baseline)
  • Pencapaian tujuan individual (IEP)
  • Peningkatan kemandirian dan fungsi hidup
  • Perkembangan karakter dan kepercayaan diri

Dengan pendekatan ini, setiap kemajuan-sekecil apapun-dianggap bernilai dan layak diapresiasi, karena mencerminkan pertumbuhan nyata anak sesuai potensinya. 

Filosofi Pendidikan Future Learning Center  menegaskan bahwa pendidikan sejati bukan tentang menyeragamkan anak, melainkan mendampingi setiap anak menemukan dan mengembangkan versi terbaik dari dirinya sendiri, agar kelak mampu hidup dengan martabat, kemandirian, dan makna

cropped-Future-LC-Logo.jpeg

MODEL PEMBELAJARAN HOLISTIK TERPADU

PILAR AKADEMIK
  • Literasi Dasar (membaca, menulis, memahami)
  • Pendidikan Moral 
  • Numerasi fungsional 
  • Pendidikan Kontekstual
  • Literasi Digital Dasar
PILAR KETERAMPILAN

Life Skills Personal

  • Kemandirian Diri (makan, berpakaian, kebersihan)
  • Manajemen emosi dan perilaku
  • Disiplin dan tanggung jawab

Life Skills Sosial

  • Komunikasi verbal & non-verbal
  • Interaksi Sosial
  • Kerja sama & empati
PILAR MENTAL & EMOSIONAL
  • Regulasi emosi
  • Penguatan kepercayaan diri
  • self-awareness & Self-control
  • Ketahanan mental (Resilience)
PILAR SPIRITUAL & NILAI
  • Nilai moral & etika
  • Pendidkan karakter
  • spiritualitas kontekstual dan humanis 
  • Pembentukan makna diri dan tujuan hidup

PEMBAGIAN PROGRAM BERDASARKAN USIA

Pembagian program berdasarkan usia dilakukan untuk memastikan bahwa pendekatan pembelajaran, target perkembangan, dan metode pendampingan sesuai dengan tahap tumbuh kembang anak, baik secara kognitif, sosial, emosional, maupun fungsional. Setiap jenjang usia memiliki fokus dan model pembelajaran yang berbeda, namun saling berkesinambungan.

Usia 6-9 Tahun (Tahap Fondasi)

Tujuan Umum:

Membangun dasar perkembangan anak yang kuat sebagai fondasi pembelajaran jangka panjang, khususnya dalam aspek perilaku, emosi, motorik, dan kesiapan akademik awal. 

Fokus Pengembangan:

Regulasi perilaku

Anak dibantu untuk mengenali aturan sederhana, mengikuti instruksi, mengelola impuls, dan membangun rutinitas harian

Literasi dan numerasi dasar

Pengenalan huruf, bunyi, kata, angka, serta konsep matematika sederhana secara fungsional dan kontekstual 

Perkembangan motorik

Penguatan motorik (menulis, memegang alat) dan motorik kasar (koordinasi tubuh, keseimbangan)

Emosi dan rasa aman

Membantu anak mengenalu emosi, mengepresikan perasaan dengan tepat, serta membangun rasa aman dan percaya diri dalqam belajar.

Model Pembelajaran:

Bermain-terstruktur (structured play)

Aktivitas bermain dirancang dengan tujuan pembelajaran yang jelas dan terstruktur. 

Visual Schedule

Pengunaan gambar, simbol, atau jadwal visual untuk membantu anak memahami alur kegiatan dan mengurangi kecemasan. 

Hasil yang Diharapkan:

  • Anak mampu mengikuti rutinitas sederhana
  • Meningkatnya fokus dan kontrol diri
  • Munculnya kesiapan belajar formal secara bertahap

Usia 10-12 Tahun (Tahap Penguatan)

Tujuan Umum:

Menguatkan kemandirian belajar, kemampuan sosial, dan akademik fungsional sebagai persiapan menuju masa remaja. 

Fokus Pengembangan:

Kemandirian Belajar

Anak dilatih mengerjakan tugas dengan arahan minimal, mengatur alat belajar, dan menyelesaikan aktivitas secara bertahap.

Kemampuan sosial

Penguatan interaksi sosial, kerja sama, komunikasi dua arah, serta pemahaman norma sosial. 

Akademik fungsional

Pembelajaran membaca, menulis, dan berhitung yang dikaitkan dengan kehidupan sehari-hari (misalnya membaca instruksi, menghitung uang sederhana).

Model Pembelajaran:

Task-based learning

Pembelajaran berbasis tugas konkret dengan langkah-langkah jelas dan tujuan spesifik.

Project Sederhana

Anak mengerjakan proyek kecil (individu atau kelompok) untuk melatih tanggung jawab, problem solving, dan rasa pencapaian. 

Hasil yang Diharapkan:

  • Anak lebih mandiri dan percaya diri
  • Mampu bekerja dalam struktur tugas
  • Peningkatan kemampuan sosial dan akademik yang aplikatif

Usia 13-17 Tahun (Tahap Transisi & Kemandirian)

Tujuan Umum:

Mempersiapkan anak menuju kehidupan dewasa denganh menekankan keterampilan hidup, vokasi awal, dan kesiapan sosial.

Fokus Pengembangan:

Life skills (keterampilan hidup)

Kemandirian personal (merawat diri, mengatur waktu), keterampilan domestik, dan pengolaan aktivitas harian. 

Vokasi awal

Pengenalan minat dan bakat kerja sederhana sesuai potensi anak (kerajinan, layanan sederhana, keterampilan praktis). 

Kesiapan hidup & sosial

Pembentukan tanggung jawab, etika sosial, kemampuan mengambi keputusan sederhana, dan kesiapa berinteraksi di masyarakat. 

Model Pembelajaran:

Experimental learning

Pembelajaran melalui pengalama langsung, praktik nyata, dan simulasi kehidupan sehari-hari.

Community-based learning

Kegiatan belajar yang melibatkan lingkungan sekitar (keluarga, komunitas, tempat umum) dan melatih adaptasi sosial.

Hasil yang Diharapkan:

  • Anak lebih mandiri dan berdaya 
  • Memiliki keterampilan hidup yang fungsional
  • Siap berpartisipasi dalam kehidupan sosial sesuai kapasitasnya

Pembagian usia ini bersifat fleksibel, artinya penempatan anak tetap mempertimbangkan hasil asesmen individual, bukan semata usia kronologis. Setiap anak didampingi melalui IEP (Individualized Education Program) agar perkembangan optimal dan bermatabat sebagai pribadi unik. 

Sekolah-Sekolah Kami Lainnya

ICON-LOGO-SOLIDEO
SoliDEO Christian School
Nusa Loka, Jl. Batam Blok J11 Kav 2, Rawa Mekar Jaya, Serpong, Kota Tangerang Selatan, Banten Indonesia
KUNJUNGI
SoliDEO-Academy-Logo-
SoliDEO Academy
Nusa Loka, Jl. Batam Blok J11 Kav 2, Rawa Mekar Jaya, Serpong, Kota Tangerang Selatan, Banten Indonesia
KUNJUNGI